Rabu, 27 Desember 2017

Tips Menentukan Harga Yang Baik Jika Jadi Reseller


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Banyak cara seseorang untuk memperoleh penghasilan yang menjanjikan. Salah satunya adalah menekuni bisnis online. Banyak kelebihan dari seseorang melakukan bisnis di internet seperti bisa dikerjakan di rumah, bisa tanpa modal dan mudah dalam pengelolaan usaha. Diantara banyak jenis bisnis online seperti jasa tulis artikel, toko online atau online shop, publisher adsense, dan lain sebagainya. Ada satu bisnis online yang sedang booming yaitu menjadi reseller.
Namun untuk bisa sukses menjadi reseller terutama bagi pemula akan merasa kesulitan. Dari mana harus memulai dan melangkah? Terutama pada bagian harga jual produk. Berapa harga jual produk yang dikenakan bagi konsumen? Untuk mengatasi kebimbangan tersebut, penulis akan menjelaskan cara menentukan harga jual produk yang baik apabila sobat menjadi reseller.
Cara Menentukan Harga Yang Baik Jika Jadi Reseller
Sebenarnya menentukan harga jual produk bagi reseller sangatlah gampang. Sebab tidak perlu menghitung biaya ongkos karyawan, sewa listrik bulanan, sewa telepon, biaya produksi dan lain sebagainya. Harga pokok yang berasal dari grosir atau tempat mengambil barang adalah harga asli yang perlu di markup.
Contoh anda mengambil tas dari grosiran dengan harga asli Rp 200 ribu maka anda harus menjual ke tangan konsumen harga di atas angka tersebut. Keuntungan sebenarnya terserah pihak reseller. Namun harus diperhatikan agar harga jual produk disesuaikan dengan target penjualan perbulan dan ongkos pengepakan dan pengiriman.
Hal berbeda berlaku jika anda sebagai reseller dropship maka tidak perlu memperhatikan biaya pengepakan barang dan biaya pengiriman. Sebab semua sudah ditanggung oleh pihak distributor atau grosir. Anda hanya perlu memikirkan harga jual produk dengan tambahan biaya pulsa sebagai ongkos produksi atau komunikasi transansaksi jual beli dan keuntungan.
Misalnya biaya pulsa yang biasanya anda habiskan dalam transaksi jual beli barang selama satu bulan sebesar Rp 100 ribu. Maka harga jual produk harus ditambahkan biaya pulsa sebesar Rp 3400 (Rp 100 ribu dibagi 30 = Rp 3400).
Seringkali penulis menemukan seorang reseller menjual barangnya dengan harga terlalu mahal. Hal ini akan membuat sepi penjualan. Sebab konsumen sekarang ini sudah lebih cerdas dalam memilih barang yang bagus dengan harga murah. Lalu ada pula pihak reseller yang menjual harga produk dengan sangat murah. Yang membuatmargin keuntungan sangat sedikit dan sulit untuk mengembangkan usaha ke depannya.

Selain itu, cara menentukan harga jual produk oleh pihak reseller harus disesuaikan dengan pengembangan usaha ke depan. Sobat harus mendapatkan keuntungan lebih dari harga jual produk. Dengan harapan keuntungan tersebut mampu membuat anda naik tingkat dari reseller menjadi grosir yang mampu melayani pihak reseller.

Aspek yang perlu diperhatikan lain dalam menentukan harga jual produk adalah target pasar yang dituju. Margin keuntungan dari produk yang dijual idealnya sekitar 20 persen ke atas. Namun karena pangsa pasar mahasiswa dan pelajar yang memiliki keuangan terbatas maka sobat menambahkan harga jual produk dengan tambahan keuntungan 20 persen saja dari harga pokok produk tersebut tidak bisa lebih.

Kemudian dalam cara menentukan harga jual produk bagi reseller adalah dengan memperhatikan harga produk yang sama dari pesaing. Jangan sampai anda membanderol harga yang jauh lebih mahal dari pesaing padahal produk sama.

Oleh sebab itu, didapatkanlah rumus cara menentukan harga yang baik bagi reseller adalah harga jual pokok ditambah biaya operasional (misalnya biaya pulsa) ditambah biaya pengembangan ditambah margin keuntungan sebesar 20 persen. Maka didapatkan harga jual tas dari suplier sebesar Rp 200 ribu + Rp 3.400 + Rp 10 ribu +  Rp 40 ribu = Rp 253.400 per buah. Minimal seorang reseller menjual tas seharga Rp 253.400 per unit. Bisa lebih. Tapi jangan terlalu mahal karena itu mengakibatkan citra buruk bagi bisnis anda.

Demikianlah cara menentukan harga yang baik jika jadi reseller. Semoga dapat bermanfaat bagi anda semuanya yang ingin bisnis online.


Source :
Bisnisi.com


Share Artikel :

Selasa, 26 Desember 2017

Jordan Casey � 15 Tahun Sudah Punya Perusahaan Game Sendiri !


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Sebelumnya bocah 15 tahun ini adalah seorang pengembang profesional aplikasi mobile, ia belajar sendiri bagaimana cara menggunakan bahasa pemrograman saat usianya 9 tahun dan mulai merintis usahanya sendiri saat berusia 12 tahun. Casey Games, adalah sebuah perusahaan game mobile independen, yang merupakan salah satu perusahaan game yang paling sukses di Irlandia. Selain aplikasi mobile, perusahaan ketiga Casey, Eventzy, yakni bergerak di bidang manajemen acara dan promosi situs online, diumumkan pada November 2014.

Dari kisah diatas kesimpulannya adalah tidak ada yang tidak mungkin jika kita bersungguh - sungguh, umur hanyalah sebuah angka, tapi bisnis adalah sebuah keseriusan bagi orang yang menjalani bisnisnya mau muda ataupun dewasa semua tergantung usaha dan kesungguhannya.



Source :
Beritateknologi.com



Share Artikel :

Minggu, 24 Desember 2017

Begini Cara Berternak Di Lahan Sempit


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Ternak Di Lahan Sempit Inilah Caranya � Anggapan banyak orang bahwa jika ingin memulai usaha ternak hewan yang menguntungkan dalam waktu singkat membutuhkan lahan yang luas. Anggapan tersebut keliru. Penulis merasakannya. Ada beberapa jenis usaha peternakan hewan yang bisa dilakukan di lahan terbatas atau sempit.
Inilah peluang usaha yang sangat menjanjikan untuk dijalankan di kota apalagi di desa. Sebuah peluang bisnis yang tak memerlukan lahan luas. Namun potensi keuntungan lumayan besar. Jenis usaha ini hanya diketahui segelintir orang. Padahal prospek usaha menguntungkan sekali. Dengan pangsa pasar luas dan penjualan mudah. Hal ini dibuktikan oleh penulis. Akan tetapi untuk sukses dalam usaha ternak hewan ini dibutuhkan ketelatenan, kerja keras dan ketelitian serta kesabaran yang tinggi.
Ternak Di Lahan Sempit Inilah Caranya
Mungkin anda penasaran usaha ternak apa yang bisa dilakukan di lahan sempit? Tanpa banyak kata lagi, inilah ternak hewan yang menguntungkan dalam waktu singkat beserta caranya di lahan yang terbatas, antara lain :
Ternak Lele
Anda tentu sudah mengenal yang namanya ikan lele. Ikan jenis ini menjadi pilihan favorit bagi peternak ikan di Indonesia. Karena mudah dalam perawatan dan tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan lahan sempit di sekitar rumah, anda sudah bisa menjalankan usaha budidaya lele di lahan terbatas tersebut. Caranya dengan menggunakan kolam terpal plastik. Bahkan bisa dilakukan di teras rumah kalau mau dan mendesak.
Di pekarangan rumah anda bisa membuat kolam ikan lele dari terpal plastik. Terpal plastik sendiri bisa anda beli di toko yang khusus menjual terpal plastik dengan harga terjangkau. Terpal plastik disusun sedemikian rupa menyerupai kolam ikan di halaman rumah. Kemudian diberi air dan masukkan ikan lele. Bagaimana mudah bukan, usaha ternak lele di lahan sempit yakni menggunakan kolam terpal plastik? Kolam ikan lele dari bahan terpal plastik juga mempunyai kelebihan dimana ia bisa dipindahkan. Dan pada saat panen mudah dipanen.
Ternak Belut
Usaha ternak selanjutnya yang bisa dilakukan di lahan sempit adalah beternak belut. Untuk beternak belut bisa dilakukan menggunakan drum bekas. Adapun pakan belut bisa menggunakan dedak, cacing, keong dll. Peluang usaha ternak belut sangat menjanjikan dan terbuka luas. Di daerah penulis ada banyak orang yang memburu belut di pesawahan. Mereka tidak membuka usaha ternak belut dalam drum. Kalau mengetahui cara ternak belut dalam drum dipastikan keuntungan semakin berlipat. Untuk mengetahui cara ternak belut di dalam drum bisa searching di google.
Jadi sekarang tidak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak memulai usaha ternak hewan dikarenakan hanya memiliki lahan yang sempit. Dengan lahan sempit dan terbatas seseorang bisa melakukan usaha ternak lele dan ternak belut serta masih banyak usaha ternak lainnya yang bisa dikerjakan dengan lahan sempit.


Source :


Bisnisi.com


Share Artikel :

Gibran Rakabuming, Sukses Berbisnis Catering & Wedding Organizer


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Saat ini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.

Sebelum menjabat menjadi Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI jakarta, dan akhirnya Presiden RI, ayahnya, Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. Namun, Gibran memilih untuk merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Ia memulai usahanya dengan mengajukan pinjaman ke bank untuk modal. Meski sempat ditolak beberapa kali, akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari salah satu bank dan dengan modal pinjaman tersebut ia pun memulai Chili Pari dengan melayani pesanan partai kecil. Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha Gibran pun semakin berkembang.



Source :

Cermati.com


Share Artikel :

Selasa, 19 Desember 2017

Tips Membangun Usaha


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

SAAT ini banyak orang yang memilih membuka bisnis usaha sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik yang sudah memiliki pekerjaan utama ataupun bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan.
Banyak bidang bisnis yang bisa dikerjakan, anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar saat itu ataupun dengan skill dan hobi yang dimiliki. Untuk membuka usaha, sebenarnya tak perlu langsung membuka usaha yang besar dan dengan modal yang besar pula. Anda juga dapat membangun bisnis yang dimulai dari skala kecil.
Usaha dengan skala kecil yang dimaksudkan di sini adalah usaha yang dibangun dengan investasi dana yang nilainya kecil. Tentunya  jumlah dana yang dimaksud di sini setiap orang memiliki ukurannya masing-masing. Namun mungkin banyak orang yang sedikit meragukan, bagaimana bisa membangun bisnis dengan modal yang kecil? Nah berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba.

Mencoba lebih realistis
Saat ingin membangun bisnis, cobalah untuk berpikir lebih realistis. Anda dapat mempelajari dahulu bisnis yang akan dibangun. Jangan hanya membangun bisnis berdasarkan angan-angan semata saja. Anda harus membuat perencanaan yang matang dan logis sehingga bisnis itu bisa berhasil dan lancar.
Jangan mengeksploitasi diri berlebih
Biasanya pada saat awal membangun bisnis, apalagi jika modal yang digunakan relatif kecil, tentunya anda tidak akan merekrut karyawan terlebih dahulu. Sehingga anda tentunya akan mempekerjakan diri sendiri.
Namun meskipun begitu sebaiknya jangan membuat diri sendiri bekerja terlalu keras sehingga melupakan kepentingan lainnya seperti kepentingan pribadi dan kesehatan. Apalagi jika anda sudah memiliki pekerjaan utama, anda harus pintar-pintar membagi waktu sehingga kesehatan tidak akan mengganggu pekerjaan lainnya.
Cari partner
Karena berbisnis merupakan bidang yang cukup berisiko, sebaiknya akan lebih tepat jika mencari partner untuk berbisnis. Terutama bagi anda yang masih awam dalam bidang bisnis tentunya belum terbiasa dengan risiko-risiko bisnis yang ada. Dengan adanya partner, tentunya jika anda mengalami kendala atau kerugian maka kerugian yang ditanggung tidak terlalu besar.

Mengetahui modal awal bisnis
Sebelum memulai bisnis usaha akan lebih baik jika memperlajari terlebih dahulu harga-harga barang kebutuhan di pasaran mulai dari sewa tempat, gaji karyawan, hingga harga peralatan yang dibutuhkan. Dengan mengetahui dasar biaya ini, anda dapat mengetahui dengan jelas biaya-biaya wajib apa saja yang perlu disiapkan setiap waktunya.
Menjual kualitas barang bukan harga
Yang perlu ditekankan bagi yang ingin memulai bisnis adalah harga produk atau jasa yang akan dikeluarkan. Jual barang dan produk anda secara kualitas bukan dengan harganya. Anda bisa saja menawarkan harga yang pas atau rendah agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya.
Namun jangan lupa untuk mengasah skill komunikasi sehingga anda dapat menjelaskan dengan baik dan tepat tentang produk yang ditawarkan.
Merekrut karyawan
Jika merasa kewalahan dalam menjalankan bisnis, rekrut karyawan untuk membantu bisnis anda. Namun tentunya untuk memilih karyawan, anda tidak bisa terburu-buru karena fungsi karyawan di sini akan sangat berpengaruh untuk kelancaran bisnis.
Melayani konsumen dengan baik
Meksipun memiliki produk yang berkualitas namun pelayanan yag diberikan buruk tetap saja anda akan kesusahan dalam mencari konsumen. Untuk itu, usahakan untuk selalu melayani konsumen dengan baik.
Bila menggunakan karyawan, latih karyawan anda agar menerapkan 3S (Senyum, Salam, Sapa). Anda juga dapat memberikan potongan harga bagi konsumen yang membeli dalam jumlah banyak atau ketentuan lainnya.
Meski pun simple, perlakukan-perlakuan seperti ini dapat membuat konsumen senang bertransaksi di tempat anda. Selain itu, hal ini juga dapat membuat peningkatan jumlah dari konsumen kedepannya.
Menggunakan teknologi terbaru
Dengan menggunakan teknologi-teknologi baru dan canggih seperti penyimpanan data dan lainnya dapat membuat usaha kecil anda bisa bersaing dengan usaha-usaha lainnya yang berskala besar. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi tentunya akan membuat pekerjaan menjadi akan lebih mudah.


Source :
Economy.okezone.com

Share Artikel :

Senin, 18 Desember 2017

Shubham Banerjee, Anak Muda �Pencipta Printer Braille�


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Setelah �Googling� bagaimana caranya orang buta dapat membaca, bocah berusia 13 tahun ini kemudian menciptakan Braigo, yakni printer Braille, dengan kotak Lego Mindstorms EV3. Banerjee telah mendirikan perusahaan pertamanya, Braigo Labs, dalam rangka untuk mengembangkan mesin murah yang dapat mencetak Braille(sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh orang buta). Kabarnya perusahaan rintisan bocah 13 tahun ini mendapat suntikan dana investasi dari perusahaan Intel.

Awalnya proyek ini dikerjakan Banarjee untuk mengisi acara pekan Iptek di sekolahnya. Ia menyebutnya dengan nama Braigo. Sang pencipta muda berharap bahwa perangkat buatannya ini akan mempermudah masyarakat di negara-negara berkembang untuk mendapatkan alternatif printer braille dengan harga yang murah. Saat ini Banarjee masih meneruskan proyek tersebut. Dia juga memiliki rencana agar desain serta software akan tersaji secara open source dan bisa diakses semua orang.

Printer brailler buatannya bisa mencetak satu huruf tiap lima hingga tujuh detik dan bekerja dengan kertas kalkulator biasa. Saat diaktifkan, sebuah lengan robot menggerakan modul yang memiliki pin pencetak. Ia akan menekan kertas untuk menciptakan tonjolan untuk merangkai huruf.
Source :
www.solopos.com

Share Artikel :

Bob Sadino, Berawal Dari Telur Sampai Jadi Milarder


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Siapa yang tidak kenal dengan Pengusaha satu ini, karena kegigihan dan pantang menyerahlah yang membawanya jadi seorang milarder.

Terlahir di Lampung, 9 Maret 1939, mendiang pengusaha dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum akhirnya menorehkan kesuksesan besar. Setelah sekitar sembilan tahun menjadi pegawai, Bob memutuskan untuk berhenti dan banting setir menjadi pengusaha. Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes dan ia supiri sendiri.

Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Tidak putus semangat, ia kemudian beralih profesi sebagai buruh bangunan yang dibayar dengan upah harian. Saat menjadi kuli tersebut, ia melihat adanya peluang bisnis yang lain, bisnis ternak ayam dan telur ayam negeri. Dengan modal pinjaman tetangganya, akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Awalnya, Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di wilayah sekitar tempat tinggalnya, terutama kepada para ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.  Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian. Meski sudah sukses, ia tetap tampil sederhana dan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.



Source :

Cermati.com



Share Artikel :