Kamis, 14 Desember 2017

Usaha Kecil Yang Menguntungkan Limbah Kardus Omzet 5 Juta Per Hari


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Dari jaman dulu sebenarnya bisnis yang berangkat dari barang limbah memiliki nilai keuntungan yang sangat menjanjikan. Tidak sedikit orang yang sebenarnya mereguk sukses dari sebuah usaha kecil yang menguntungkan dari produk limbah.

Hanya saja kebanyakan orang melihat sebelah mata pada usaha kecil yang menguntungkan dalam bidang limbah karena faktor keengganan berhubungan dengan limbah yang sering disamakan dengan sampah.

Padahal, tidak semua limbah selalu berarti barang kotor dan bau, seperti usaha kecil yang di rintis Mario, pria muda dari kota Pekan Baru, Riau.
Berawal ketika beliau kuliah dan harus merampungkan skripsinya, hasil skripsinya menyisakan setumpuk limbah kertas berkualitas tinggi sebagaimana prasyarat penulisan skripsi pada umumnya.

Beberapa orang menyarankannya untuk menjual ke pedagang loakan ketimbang menumpuk di rumah.
Jadilah pria yang kini berusia 34 tahun itu memperoleh hasil tak kurang dari 17 ribu dari usaha kecil yang menguntungkan penjualan kertas bekasnya.
Bagi Mario masalah jual beli barang bekas semacam ini sangat menarik. Pasalnya dijamin pasti banyak orang yang memiliki banyak limbah kertas dan kardus dan kebingungan mengalihkan semua barang tersebut kemana.
Dengan berbekal rasa penasarannya, Mario menjajal mencari pihak-pihak penampung dari suplai kertas dan kardus bekas ini.

Dan akhirnya bermuara pada pertemuannya dengan salah seorang pelaku usaha kertas yang masih terbilang seniornya di kampus.
Sang pelaku usaha industri kertas tersebut menceritakan bahwa sebenarnya tertarik memulai produksi kardus dari bahan daur ulang karena rendah biaya bahan baku.

Sayangnya tak mudah menemukan suplai bahan baku yang bisa kontinyu memenuhi kebutuhan produksi.
Keluhan ini menjadi tantangan bagi Mario dan mendorongnya mencari solusi untuk menjadikannya pelaku usaha kecil yang menguntungkan suplaier kertas dan kardus bekas.

Mario mulai mendatangi kampus, kantor-kantor, instansi sampai supermarket di seputaran kota Pekan Baru dan sekitarnya untuk bisa menampung sisa kertas dan kardus bekas dari operasional perusahaan.

Hasilnya sangat memuaskan, karena dari upayanya ini kini setelah menjalankan usaha selama 4 tahun, dalam 1 hari Mario bisa mengumpulkan setidaknya 3 � 5 ton kardus dan kertas bekas.
Mario lebih fokus pada penampungan kardus bekas karena nilai jualnya lebih baik dari kertas biasa.

Apalagi memang pesanan dari Jakarta, yakni rekan bisnisnya tadi lebih tertarik pada suplai kardus, meski juga menerima setoran kertas asal berkualitas baik.
Menyadari kerap mendapati stok kertasnya menumpuk di gudang sementara suplai kardusnya habis tersalurkan, pada tahun pertama usahanya, Mario kembali mencari pabrik yang siap menampung suplai kertas bekas darinya dengan berbagai kualitas.

Beruntung perburuannya kembali mempertemukannya dengan pengusaha industri kertas bekas di Medan. Dengan demikian Mario tidak kebingungan lagi menyalurkan kertas dan kardus bekas yang ditampungnya.
Untuk bisa mendapatkan suplai yang memadai, Mario sengaja memasang harga beli tinggi supaya pemilik kardus dan kertas bekas tertarik menjual kepadanya.
Tentu saja dengan syarat kondisi kertas dan kardus harus masih sangat baik, belum lapuk dan kotor.

Harga satu kilo kardusnya dihargai Mario dengan nilai Rp 1500 sampai Rp 2 ribu, sedang harga kertas biasanya dibandrol dengan harga Rp 700 sampai dengan Rp 2 ribu, tergantung kualitas dan ketebalan.
Dengan cara ini, Mario mendapatkan dua keuntungan, suplai kardus dan kertas yang berkesinambungan dan kondisi kertas serta kardus yang baik.
Jadi jangan kira meski berurusan dengan limbah usaha yang dikelola Mario terkesan kotor. Ruang usaha Mario bersih dan bahkan bebas bau.
Ada banyak anti jamur disebar di seluruh ruang untuk menjaga kualitas kertas yang disimpan tetap baik.
Mario mengakui usaha kecil yang menguntungkan ini sangat memuaskan hasilnya.

Dari modal yang tak lebih dari 5 juta di awal, kemudian berkembang menjadi besar sampai Mario sanggup menyewa sebuah rumah kontrakan khusus untuk menampung seluruh kardusnya.
Kini Mario juga sudah membeli sebuah pick up secara kredit untuk membantunya mengangkut barang dari ruang usahanya ke pusat pengiriman.
Menurut Mario, dalam satu hari saja Mario bisa menghasilkan omset tak kurang dari 5 juta dengan margin sekitar 30 %. Angka yang cukup fantastis dari usaha sampah bukan? Bagaimana menurut Anda ide usaha kecil yang menguntungkan ini ?

Source :
Siapbisnis.net

Share Artikel :

Selasa, 12 Desember 2017

Ternak Ayam Potong Untuk Pemula Agar Menguntungkan


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Mengingat kebutuhan daging dari waktu ke waktu semakin meningkat, maka peluang usaha ternak ayam juga akan semakin menjamur. Nah pastinya Anda pun tak ingin kehilangan kesempatan emas ini bukan? Jika tertarik untuk mencoba usaha ini. Simaklah tips-tips di bawah ini agar usaha dapat semakin maju dan berkembang.
Ayam potong atau yang dikenal sebagai ayam broiler saat ini banyak dicari oleh para konsumen. Banyaknya permintaan yang ada, maka jangan heran jika harga per kilo dari daging ayam potong ini akan mengalami peningkatan terutama saat hari raya Idul Fitri dan hari-hari besar lainnya. sehingga usaha yang satu ini akan sangat menjajikn jika digeluti dengan serius.
Namun sebelum terjun ke dalam bisnis ini, Anda harus mengetahui  terlebih dahulu berbagai pengetahuan dasar seputar tips ternak ayam. Hal ini bertujuan agar usaha yang Anda jalankan dapat maju serta menghasilkan laba yang menguntungkan. Selain itu, Anda juga harus memutuskan kepada siapa Anda menjual ayam yang diternakkan. Dengan begitu, ayam Anda bisa dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan baik.
Nah berikut adalah tips yang perlu diperhatikan ketika ingin ternak ayam broiler atau ayam potong

Perhatikan Pembuatan Kandang
Yang pertama adalah dengan memperhatikan pembuatan kandang. Sebelum memilih bibit ayam, pastikan Anda mempersiapkan kandang terlebih dahulu. Kandang yang baik adalah kandang yang sesuai dengan kebutuhan, yaitu pencahayaan dan udara yang baik. Sedangkan untuk suhu kandang, pastikan tetap terjaga kehangatannya. Sebab suhu kandang yang pas akan mempengaruhi agar ayam dapat bertahan hidup dengan baik.
Kandang yang ideal adalah kandang yang terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, terdapat sumber mata air, arahnya membujur dari timur ke barat serta adanya ventilasi untuk pergantian udara.
Tipe kandang sendiri ada dua bentuk, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang akan lebih bersih karena kotoran akan langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang namun biaya pembuatannya lebih besar dan mahal.
Pemilihan Bibit
Setelah kandang selesai disiapkan, Anda bisa memilih bibit ayam yang baik. Bibit ayam yang baik memiliki ciri seperti sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk, bulu bersih dan terlihat mengkilat, hidung bersih, mata tajam serta lubang kotoran atau anus bersih.
Pakan Ayam
Pakan yang diberikan  harus memberikan nutrisi yang dibutuhkan ayam, seperti karbohidrat, vitamin, mineral, protein dan lemak. Nutrisi tersebut dibutuhkan ayam agar ayam bisa bertambah berat badan dan lebih sehat. Jika Anda menggunakan pakan dari pabrik maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 tahap.
Tahap yang pertama disebut sebagai tahap pembesaran yaitu umur 1 sampai 20 hari. pada tahap ini Anda harus memberikan pakan yang mengandung kadar protein minimal 23%. Sedangkan untuk tahap kedua yaitu umur 20 hari ke atas gunakanlah pakan yang mengandung kadar protein 20%.
Vaksinasi
Tips ternak ayam potong selanjutnya adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Pemberian vaksin dilakukan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.
Pengontrolan yang Rutin
Perlu diketahui bahwa pada 14 hari pertama sebaiknya Anda memperhatikan kesehatan dan pertumbuhan ayam lebih ekstra. Sebab pada masa tersebut merupakan masa rawan yang menentukan keberhasilan. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu rutin mengontrol baik dari suhu kandang, air minum, kebersihan kandang, pakan serta pastikan sekam pada lantai tetap kering.
Untuk memastikan suhu kandang yang baik, maka jika DOC bergerombol maka suhu kandang kurang hangat dan jika DOC berpencar merata maka dapat dipastikan suhu kandang baik.
Pemberian Antibiotik
Selain vaksinasi, Anda bisa melakukan pemberiaan antibiotik. Bukan tanpa alasan, pemberian antibiotik juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh ayam lebih kuat sehingga ayam tidak mudah terserang penyakit. Antibiotik dan vitamin diberikan pada saat umur ayam 5 hingga 10 hari. pemberian antibiotik sendiri bisa Anda lakukan dengan cara mencampurkannya dengan air minum.
Nah itulah beberapa tips ternak ayam potong yang tepat yang bisa Anda coba. Perlu diketahui bahwa perhatian ekstra hanya dilakukan pada 14 hari pertama. Setelah itu Anda bisa mengonrol pakan minum dan kebersihan kandang saja. sedangkan pengontrolan dapat dilakukan 2 kali sehari sampai tiba masa panen.


Source :
Bisnisi.com


Share Artikel :

Bisnis Telur Ayam Bagi Pemula


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Bisnis telur ayam merupakan salah satu usaha rumahan yang cukup menguntungkan. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih memilih telur sebagai bahan makanan favorit yang memiliki kandungan protein tinggi. Telur juga bahan makanan yang padat gizi, antara lain 90% kalsium, mineral, zat besi yang terdapat di dalam kuning telur dan asam amino yang terdapat pada putih telur. Telur ayam juga mengandung vitamin A, vitamin B6, dan vitamin B16. Dan khusus pada kuning telur, mengandung vitamin A, vitamin D, dan vitamin E yang baik untuk perawatan kulit.
Dengan banyaknya kandungan yang ada pada telur ayam membuat bahan makanan yang satu ini diminati oleh banyak orang. Sehingga peluang bisnis telur ayam menjadi lebih terbuka lebar dan memiliki prospek yang baik. Usaha telur ayam dapat dijalankan di rumah dengan modal yang tidak terlalu besar. Sebenarnya usaha telur ayam terdiri dari dua macam, yakni sebagai pedagang telur ayam kampung dan pedagang telur ayam ras. Meskipun sama-sama menjual telur tetapi penanganan dan manajemennya dapat dikatakan berbeda. Selain itu sebelum menjalankan bisnis ini Anda juga perlu mengetahui jika telur ayam tidak dapat bertahan alam. Umumnya perputaran telur ayam dari peternak hingga ke konsumen hanya sekitar satu minggu saja. Telur ayam juga termasuk barang yang sangat mudah pecah.
Menjalankan bisnis ini tidak harus dilakukan diluar ruangan, karena Anda juga dapat menjalankannya di dalam rumah. Bagi pemula yang ingin memulai usaha ini maka harus memperhatikan beberapa hal berikut.
Tentukan Jenis Telur Ayam yang Ingin Dijual
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa telur ayam terdiri dari dua macam, yakni telur ayam kampung dan telur ayam ras atau ayam negeri. Selain pemasaran dan penanganannya, peminatnya juga berbeda-beda. Diantara kedua jenis telur ayam tersebut, telur ayam ras adalah jenis yang paling diminati masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk telur ayam kampung memiliki peminat sendiri dan tidak terlalu besar. Jika untuk pemula Anda disarankan untuk memilih telur ayam ras karena memiliki pasar yang lebih luas. Selain itu, telur ayam ras juga mudah untuk dipasarkan.
Cari Pemasok Besar Telur Ayam
Hal yang perlu Anda perhatikan dalam bisnis telur ayam berikutnya adalah mencari pemasok besar telur ayam. Produksi telur ayam di Indonesia sangat berlimpah, hampir di setiap wilayah memiliki pemasok telur ayam dengan jumlah yang besar. Untuk itu Anda disarankan untuk mencari pemasok yang besar karena selain stoknya banyak, harga yang ditawarkan juga lebih murah. Meskipun sudah memberikan harga yang lebih murah, Anda disarankan untuk tetap menawar jika membeli dalam jumlah yang banyak. Dengan begitu Anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih ketika menjualnya kembali.

Menyiasati Pasokan Telur
Agar pasokan telur ayam selalu ada maka Anda harus memiliki pemasok telur alternatif. Jadi Anda tidak bergantung pada satu pemasok saja. Anda dapat mencarinya di luar kota atau daerah lain jika di wilayah Anda tidak ada. Hal ini untuk mengantisipasi jika salah satu pemasok telur bermasalah sehingga Anda masih tetap memiliki pemasok yang lain.

Cara Memasarkan Telur Ayam

Telur ayam merupakan sembako yang banyak diminati orang sehingga menjadi bisnis yang menjanjikan. Namun dalam menjalankan bisnis telur ayam perlu berhati-hati karena telur ayam sangat mudah pecah dan tidak dapat bertahan lama. Karena hal tersebut maka Anda harus mengatur perputaran telur ayam dari pemasok ke pedagang agar cepat. Ini bertujuan supaya telur yang dipasarkan masih segar.
Dalam memasarkan telur ayam dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama yang dapat Anda lakukan adalah dengan menyewa lapak di pasar untuk jualan telur ayam. Kemudian Anda juga dapat menitipkan telur ayam ke warung-warung di sekitar tempat tinggal Anda. Selain itu, Anda juga dapat menjualnya menggunakan sepeda motor yang diberi box di bagian belakangnya. Atau jika Anda memiliki modal lebih maka Anda dapat membuka warung atau toko sendiri untuk menjalankan bisnis Anda.
Tentukan Harga yang Kompetitif
Bisnis ini memang sangat menjanjikan sehingga diminati banyak orang. Untuk itu Anda harus sadar bahwa agen telur ayam bukan hanya Anda. Semakin banyak agen yang menjual telur ayam maka persaingan juga semakin ketat. Agar tidak kalah bersaing maka Anda disarankan untuk menjaga mutu dan menentukan harga jual yang kompetitif. Anda tidak disarankan untuk menentukan harga jual yang sangat tinggi, namun Anda juga tidak boleh menjual terlalu murah. Anda harus mulai berpikir dan memiliki prinsip meskipun untuk sedikit tetapi perputaran modal tetap lancar.


Source :
Bisnisi.com


Share Artikel :

Sabtu, 09 Desember 2017

Mau Tahu Petani Keren Yang Omzetnya 50 miliar / bln ?


Gambar Ilustrasi
Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Cerita soal petani tak semuanya mengenaskan. Ada juga yng menggembirakan, malah membanggakan. Tengok saja H Bambang Sumadji HS, petani dari Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kediri Jawa Timur. Ia dikenal menjadi petani berhasil.  Sebulan ia mampu meraup omset Rp 50 miliar.

Kisah sukses usaha pertanian Bambang sendiri dimulai pada tahun 1977. Ketika itu dengan uang sebesar Rp 1,5 juta yang diperolehnya dari pengajuan kredit Bank BNI, Bambang melakukan penanaman bawang merah di atas lahan sewaan seluas 1 hektar. Tak dinyana dari apa yang dilakukan pada awal usahanya ini Bambang mendapatkan hasil yang lumayan baik. Pada panen awalnya saat itu Bambang mampu mendapatkan 7 ton bawang merah yang kemudian dijualnya dengan harga Rp 150 per kilogram (harga tahun 1997). Dalam waktu satu tahun sendiri pria yang pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini kala itu mampu memanen bawang merahnya sebanyak tiga kali. Ini artinya dalam satu tahun Bambang mampu meraup hasil Rp 3,15 juta rupiah (tahun 1997).
Perkembangan Usaha Tani Bambang Sumadji
Dari setiap keuntungan yang didapat itu sedikit demi sedikit Bambang menggunakannya untuk pengembangan usaha bawang merah. Dari sinilah kepemilikan lahannya pun berkembang semakin luas menjadi 200 hektar yang tersebar di tersebar di Sukomoro Nganjuk dan juga Sidowarek serta Plemahan, Pare, Kediri. Tidak hanya itu pemasaran usaha pertaniannya juga telah meluas hingga Indonesia Timur. Dari perkembangn usaha ini Bambang juga kemudian meluaskan usahanya pada penanaman cabe pda lahan seluas 25 hektar di desa Pelem, Pare. Maka dari keseluruhan lahan pertanian yang dimilikinya ini Bambang bisa memanen 28 ribu ton bawang merah, dalam dua kali masa panen. Sedangkan pada komoditas cabe merah sendiri dengan total luas satu hektar maka akan menghasilkan 20 ton dalam panennya. Dari sini maka dalam setahunnya, bambang bisa memperoleh 500 ton per tahun dari kedua komoditi yang ditanamnya ini.

Kewalahan Penuhi Permintaan
Untuk komoditi bawang merah sendiri, Bambang mengaku masih kewalahan memenuhi permintaan pasar meski panen telah mencapai ribuan ton. Bahkan untuk kawasan Indonesia Timur yang sebelum dipasoknya kini tak sanggup lagi disupplai-nya. Mengapa bisa demkian? Sebab, menurut Bambang untuk kebutuhan sendiri saja, ia masih kekurangan bahan. Bahkan pada tahun 1991 sendiri Bambang tak lagi menjual bawang merah dalam kondisi mentah, namun lebih dari itu Bambang sudah mengolahnya. Olahan bawang merah yang digoreng produksi Bambang ini sendiri diberi nama atau merek Bagindo. Nah untuk produksi Bagindo ini Bambang mengaku membutuhkan pasokan 150 ton bawang merah mentah.
Pabrik Usaha Bambang Sumadji
Pabriknya sendiri saat ini telah dibantu oleh 150 karyawan dengan gaji rata-rata Rp 500 ribu/bulan hingga Rp 1 juta. Selian membuat bawang goreng kemasan, di pabriknya ini Bambang juga membuat sambal pecel dengan merek yang sama yaitu Bagindo.Untuk produksi sambel pecel sendiri, bambang dibantu oleh 50 karyawan dengan total produksi mencapai 30 ton sambal pecel per bulan. Untuk pemasaran hasil-hasil pertanian dan produksinya ini Bambang memiliki 20 unit armada angkutan jenis L-300.
Terjun ke Dunia Perbankan
Setelah sukses di bidang pertanian dan juga produksi bahan makanan, bambang kembali meluaskan bidang usahanya ke perbankan. Mantan pengurus Muhammadiyah Pare ini memang diketahui terlah merambah ke dunia perbankan sejak tahun 1990 dengan mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) �Agro Cipta Adiguna�. Dibidang perbankan ini sendiri Bambang mendapati kesuksesan. Bahkan BPR yang didirikan Bambang ini pernah terpilih sebagai BPR terbaik tingkat nasional, Desember tahun lalu.
Dididik Belajar Jual-beli dan Istiqomah Sejak Kecil
Kesuksesan yang didapat oleh Bambang Sumadji ini memang tidak bisa dilepaskan dari didikan orangtuanya saat dirinya masih kecil. Sejak kecil sendiri Bambang dididik orang tuanya untuk selalu istiqomah dengan apa-apa yang dikerjakannya. Keluarga Bambang yang berlatar belakang petani dan pedagang ini akhirnya juga mendidik Bambang dalam dua bidang ini. Menurutnya, tak jarang dirinya selalu dilibatkan oleh orang tuanya dalam kegiatan jual beli hasil pertanian. Keterlibatan Bambang dalam hal ini misalnya saat terjadi transaksi atau diskusi-diskusi usaha. Dari keterlibatan Bambang dalam kegiatan jual beli sejak kecil inilah maka kemudian naluri bisnisnya tumbuh dan terus bertumbuh. Bahkan menurutnya beberapa hal seperti kiat menangkap peluang usaha juga banyak diperolehnya dari pembelajaran sejak kecil tersebut.
Amanah Jauh Lebih Penting Dari Modal
Dari sekian banyak pembelajaran yang diberikan orang tuanya, Bambang mengaku bahwa ilmu yang paling penting yang pembelajaran yang ada adalah soal amanah (kepercayaan). Menurutnya amanah memang adalah hal yang sangat penting dari proses bisnis itu sendiri. Bahkan saking pentingnya amanah ini ia bisa mengalahkan apapun termasuk modal. Atau boleh dibilang amanah adalah modal yang paling penting dari dunia usaha (entrepreneur). Maka menurutnya, bila bisnis dijalankan hanya dengan mengutamakan modal besar tanpa amanah maka usaha ini akan bisa jeblok (bangkrut).
Pentingnya Istiqomah
Dalam sebuah usaha, apapun itu bentuknya termasuk bidang pertanian, maka istiqomah adalah yang juga penting untuk dilakukan setiap pebisnis menurut Bambang. Masalah jatuh bangun, untung dan rugi adalah hal yang biasa saja dalam bisnis. Jadi ketika usaha sedang turun, seorang pengusaha tidak boleh lantas menyerah. Tapi lebih dari itu mereka harus tetap istiqomah (tetap terus bergerak dan tekun) dalam usahanya. Jika pengusaha sudah menyerah saat jatuh maka mereka akan sulit untuk mencapai suskes, tutur Bambang. Bambang sendiri sudah sangat sering mengalami jatuh bangun usaha. Bahkan ditahun 1994 usahanya pernah nyaris bangkrut. Kejatuhan usahanya saat itu sendiri terjadi karena ia mengalami gagalan panen. Saat itu ia harus menanggung kerugian hingga mencapai Rp 1 miliar lebih.
Sadar Akan Kekuasaan Tuhan
Kejatuhan yang sangat berat tahun 1994 saat itu membuat Bambang kemudian tersadar akan kekuasaan Tuhan. ya, saat itu ia merasa ditampar oleh Tuhan agar berubah dan memikirkan orang lain juga. Nah dari sini kemudian Bambang pun banyak berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keumatan. Setiap tahunnya dari laba bersih sebesar 500 � 700 juta rupiah, Bambang mengeluarkan 15% untuk zakat usahanya. 15% dari zakatnya sendiri disalurkan ke para bekerja pabrik, lembaga-lembaga sosial, serta buruh tani di lingkungan perusahaan.
Ikut Serta Dalam Pemberdayaan Ekonomi Petani
Jiwa sosial Bambang sendiri terus meluas pada hal lain. Sebagai seorang koordinator Kopermas (Koperasi Peran Serta Masyarakat) di wilayah Kediri dan Madiun, Bambang memang kemudian diberikan tanggung jawab untuk memberdayakan perekonomian para petani. Nah untuk hal inil kemudian Bambang mendapat kesempatan bersama lembaga swadaya masyarakat PPM (Pusat Peran Serta Masyarakat) Jawa Timur untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi para petani tersebut. Lembaga swadya masyarakat PPM ini sendiri memang memiliki gungsi untuk membantu para petani dalam beberpa hal seperti menyalurkan KUT (Kredit Usaha Tani), pengadaan pangan, penyediaan saprodi (sarana produksi padi), serta menampung hasil panen.
Masa Depan Sektor Pertanian yang Cerah
Menurt Bambang, masa depan pertanian Indonesia kedepan akan sangat cerah. Hal ini terbukti dari potensi agribisnis yang terus mengalami peningkatan yang fluktuatif. Optimisme Bambang sendiri juga didukung oleh kondisi masa reformasi yang membuatnya mudah mendapatkan informasi penting dan bermanfaat mengenai dunia pertanian. 



Source :

Agritani.id



Share Artikel :

Rabu, 06 Desember 2017

Petani Cabai Malaysia Dan Thailand Lebih Maju dibandingkan Indonesia, What ?


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Dibandingkan Indonesia, para petani cabai di negara tetangga lebih maju dan sejahtera. 


Menurut Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di kawasan ASEAN saja, petani cabai Indonesia masih kalah bersaing dari Malaysia dan Thailand, dalam hal tersedianya infrastruktur.


"Pertanian cabai di Thailand dan Malaysia sudah banyak yang menggunakan sistem modern, lebih maju dan petaninya juga lebih sejahtera dibandingkan kita," ungkap Ketua Bidang Hortikultura HKTI Benny Kusbini.



Caranya cukup mudah, kedua negara tersebut mengembangkan sistem pertanian cabai skala modern dengan teknik sederhana. Caranya pemerintah Malaysia dan Thailand memberikan subsidi besar kepada sektor pertanian. Subsidi tidak hanya dilakukan untuk pemberian pupuk dan benih tetapi infrastruktur pendukung pertanian lainnya.


"Pemerintahnya menyediakan mesin pengering gratis, gudang yang dilengkapi lemari berpendingin sehingga industri cabai tercipta. Lalu membuat sistem rantai pasok penjualan cabai. Itu semua sudah dilakukan di sana," tuturnya.

Sedangkan untuk kondisi di Indonesia sebaliknya, para petani bingung jika memasuki masa panen raya karena pasokan berlebih, harga jatuh dan petani merugi. Oleh karena itu, sistem yang dilakukan di Malaysia dan Thailand juga bisa dikembangkan di Indonesia.

"Butuh anggaran yang tidak banyak hanya Rp 3 triliun untuk melakukan sistem ini. Makanya pemerintah jangan ragu untuk subsidi 10% saja dialokasikan untuk ini maka petani cabai kita dijamin tidak menderita," cetusnya.

Mudah - mudahan kedepannya pemerintah dapat membantu infrastruktur untuk petani cabai agar bisa lebih makmur seperti negara tetangga.





Source :


Finance.detik.com



Share Artikel :

Selasa, 05 Desember 2017

Reza Nurhilman, Sukses Berjualan Kripik Setan Maicih


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !

Bagi yang belum mengenal nama ini, mungkin Anda lebih mengenal �kripik setan� Maicih. Ya, Reza Nurhilman adalah nama pemuda yang berada di belakang produk keripik singkong ekstra pedas yang populer itu. Reza memulai bisnis keripik singkong ini pada pertengahan 2010 seorang diri saat berusia 23 tahun dengan modal awal 15 juta rupiah. Untuk bisnisnya ini, ia menggandeng satu produsen keripik lokal di Bandung.

Reza mengawali bisnisnya ini dengan melakukan pemasaran sederhana, yakni melalui platform media sosial, Twitter, sebelum mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa menggapai konsumen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling atau nomaden.

Pemuda kelahiran Bandung 28 tahun yang lalu ini mengaku kunci kesuksesannya terletak pada cara berpikirnya yang out of the box, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual sehingga membuat produknya eksklusif.  Melalui Twitter, para jenderal memberitahu informasi lokasi penjualan setiap harinya. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti berhasil mengangkat nama Maicih di dunia maya. Baru setengah tahun saja, omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan. Angka yang fantastis, bukan?



Source :

Cermati.com


Share Artikel:

Sabtu, 02 Desember 2017

Dody Domba, WoW Omsetnya 1 - 6 Miliar/Tahun Dari Ternak Kambing


Pengusaha Indonesia 'Mari Berdikari Di Negeri Sendiri'
Hai P.I Lovers Selamat membaca, Salam Sukses !


Sempat dipublikasikan oleh berbagai media, seperti Kontan, Trubus, Trobos, Bloomberg, Media Indonesia, dan lain-lain tak menjadikannya puas begitu saja. Bahkan Trans 7 telah berperan meliput dalam acara Warna-Warni edisi Bisnis Peternakan Domba Kambing.
Perjalanan bisnisnya dimulai sejak lama. Saat masih menjadi mahasiswa ia juga sekaligus bekerja di Perusahaan Swasta. Dody juga mengembangkan usahanya dalam waktu yang bersamaan.
Setelah gagal dalam bisnis fashion, usaha yang telah berjalan selama 4 tahun ini terpaksa dihentikan.
Sejak itu fokusnya bekerja sebagai pegawai swasta sambil membuka usaha catering makan siang. Di kantornya Dody pun meraih prestasi dengan terpilih sebagai Lead Financial Manajemen di usianya yang terbilang masih cukup muda, 28 tahun.
Di usia 30 tahun Dody mengundurkan diri dengan bayangan akan menjadi pebisnis yang memiliki quality time bersama keluarga. Dengan berbagai pertimbangan, Dody memilih fokus pada dunia bisnis peternakan Domba.
Selain dinilai bermanfaat dari segi religiusitas, modal yang dibutuhkan untuk ternak domba tidak begitu banyak seperti halnya bisnis peternakan lain.
Tahun 2009 ia hengkang dari kantor. Dody yang awalnya hanya bisa memperoleh omset 60 ekor domba per tahun,
justru kini usahanya melejit hingga 3000 ekor domba per tahun.
Tentu tidaklah mudah meraih semua kesuksesan itu. Dody sudah mengalami banyak rintangan dari awal mendirikan usaha ini. �Bisnis tanpa risiko ibarat makan tanpa sayur asem, gak ada seru-serunya.
Mental berbisnis itu matang karena adanya risiko. Kalau Anda ingin jadi pengusaha tapi takut gagal, Anda lebih baik jangan masuk bisnis,� ucapnya. Meski harus kehilangan hingga Rp 1 Miliar dari awal hingga kini sebagai risiko,
Dody tetap optimis hingga tak heran omset yang ia dapatkan sekarang berkisar Rp 1-6 Miliar per tahun.
Penulis buku �Bagaimana Langkah Sukses Beternak Domba Kambing� ini sudah membuka 6 bisnis diantaranya bisnis Departemen Qurban, Rumah Sehat Ternak Warung sebagai penyedia obat, peralatan ternak, dan buku ternak seluruh Indonesia, serta Catering yang dijamin halal 100%.

Source :

Saungdomba.com


Share Atrikel :